torehan penaku
Selasa, 09 Juli 2013
Rabu, 03 Juli 2013
Belajar Dari ATOM (F14)
Oleh : Adam Malik
bagi sebagian pelajar barangkali tidak asing dengan pelajaran ini, bahkan setidaknya pernah mendengar kata ini. Ya, ATOM. Atom merupakan satuan terkecil yang menyusun semua yang ada di langit dan di bumi, Allah memang sengaja menciptakan hal yang unik agar manusia berpikir dan memperkuat keyakinan akan ke-maha esa-an sang Khalik.
ATOM tersusun atas 3 komponen utama yaitu PROTON, NEUTRON dan ELEKTRON. PROTON dan NEUTRON menyatu menjadi INTI dan disebut NUKLEUS, sedangkan ELEKTRON yang selalu mengelilingi INTI. ke-3 komponen ini saling bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Akan tetapi satuan dari ketiga komponen ini belumlah membentuk kehidupan seperti dalam standard hidup dalam makhluk sederhana (eiitttsss… nggak jauh mendalam ya ngebahasinnya, soalnya tujuan penulis bukan dari segi pengetahuannya (padahal ilmunya emang kagak nyampe kesitu). ^_^.
Lanjut, kita mulai dari fungsi ketiga komponen ini, keseimbangan akan terjadi dalam korelasi sehingga mencapai keselarasan. Dimana setiap komponen ini bergerak sesuai dengan kodrat dan fungsi yang telah ditetapkan untuk masing-masing mereka. Ada yang menjadi inti dan ada juga yang jadi balancer.
Inti adalah jantung dari system ini, yang benar-benar mutlak ada dan spesialis bagi yang sesuai dengan sifatnya yaitu Proton dan neutron. Proton dan neutron akan menjadi sentral dalam mengelola keseimbangan sebuah ATOM atau yang lebih aplikatifnya adalah Unsur (ex. Emas, perak dan lainnya). Untuk Elektron sendiri, bertugas mengelilingi inti, dengan tujuan agar menjaga kestabilan dan benturan dengan inti lain, jika terjadi benturan antar atom akibat ketidakstabilan ini,itulah yang sering terjadi gejala kanker, tumor, dan penyakit lainnya serta berbagai fenomena alam. Oleh karena itu, merupakan tugas penting dari sang Elektron dalam menjaga kedamaian antar Atom. Di samping itu, kedamaian yang diciptakan oleh electron secara internal juga dipengaruhi tingkat kerja-kerasnya dalam mengelilingi Orbit. Orbit/ lintasan ini akan menjadi factor seberapa berkualitas dan berhasilnya electron menjadi super hero. Secara kasat mata dapat kita lihat perbedaan dari kuat tidaknya unsur seperti antara besi dan aluminium, akibat dari perbedaan Orbit electron tadi sehingga akan mengubah sifat dan tabiat antar ATOM.
Begitulah cara Allah menunjukkan hikmahnya kepada kita bagaimana menjaga keharmonisan dalam sinergisitas. Coba seandainya saja Allah meletakkan Proton ke tempat Elektron tentu tidak akan ada kehidupan yang kita rasakan saat ini. Keseriusan akan membuah apa atas usaha yang kita lakukan, apakah menjadi emas, perak, tembaga atau apakah menjadi air raksa ? itu tergantung atas apa yang dikerjakan oleh ketiga komponen tersebut.
Itulah tujuan mengapa dalam Al-Qur’an Allah tidak pernah mengatakan orang yang pintar. Akan tetapi lebih banyak menyebutkan orang yang berpikir., maka berfikirlah.
Berpikirlah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya,
Berpikirlah untuk akhiratmu seolah-olah engkau mati esok hari.
Maha benar Allah dengan Segala Firmannya…
baca juga http://malikadamchemistry.blogspot.com/2013/06/selamatkan-kandang-banteng-f14.html
baca juga http://malikadamchemistry.blogspot.com/2013/06/selamatkan-kandang-banteng-f14.html
Jumat, 21 Juni 2013
Selamatkan “kandang banteng” (F14)
Pesta demokrasi dalam miniature bangsa tanak menghitung jengkal. Peta politik masing kubu telah rampung terwarnai dengan indah. Beragam warna telah terekas mempesolek diri. Pola monarki, tipikal gesture adalah serentetan strategi yang perlu untuk dipersiapkan dalam meriam party kelak. Lalu bagaimana dengan kandang ini ?segala instrument pelak ditebarkan dalam membuat polarisasi pada populasi banteng yang akan datang.
Ekosistem ini memang mempunyai
brand komunitas yang besar. Oleh karena itu, kandang ini harus ditaklukan selaksa Sulthan
Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan kota terkuat pada zamannya yaitu Konstantinopel.
Menilik dari perjuangan beliau, dari kakeknya hingga ke dia (M. Al-fatih) rintangan begitu banyak,
hingga keputusasaan terus menggelayut dalam 3 generasi itu, namun 2 hal yang perlu dijadikan idiil dalam menaklukkan
“kandang banteng ini” yaitu.
Pertama, M
Al-Fatih telah dididik sedari kecil bahwa ia diazamkan dan mengazamkan diri bahwa dialah
yang menjadi penakluk konstantinopel itu, ilmu tentang strategi pertempuran,
strategi dakwah, strategi berbicara, dan strategi menganalisa kekuatan kawan dan lawan.
Kedua, dari kecil M.Al-Fatih telah dinisbatkan pada hadist rasul yang
mulanya rasul dianggap tidak waras itu (baca: Sulthan Muhammad Al-fatih). Kelak akan ada seorang pemimpin
yang akan menaklukan konstantinopel, itulah sebaik-baik pemimpin dan sekuat-kuat jundullah
(tentara). Dan, itu yang ada dalam frame M.Al-fatih. Ia memantaskan diri dengan melihat dan mengoreksi kekurangan
ayah dan kakeknya yang gagal sebelumnya menaklukkan “banteng dunia” itu.
Tak ada rencana yang berhasil selain pertolongan allah.
Ikhwal demikian ia jadikan pondasi diri,
lalu beliau mendekatkan diri dan membuat satu ibadah unggulan yang membedakan ia dengan
yang lainnya. Tahajjud setiap malam. (menguak rahasia tahajjud-red).
Refleksi akan apa yang diupayakan sulthan Muhammad Al-Fatih,
tentu menjadi girhah tersendiri bagi kita yang melihat konstantinopel versi di
tempat ini. Tidak terlalu berlebihan rasanya mengatakan kandang banteng
pada fakultas ini. Bisa dilihat dalam pergolakan,
ia memiliki sumber entitas dan kuantitas, sulthan Al- Fatih-Sulthan
Al-Fatih banyak lahir disana. Maka dari itu,
ini harus dijadikan unjung tombak dalam pergelutan menuju 2014.Menjaga kandang dan menjinakkan para
banteng muda merupakan mobilitas mutlak di dalam sana. Kemudian,
ditambah lagi kandang baru yang juga memiliki taring yang belum diasah. Tahun ini,
kandang banteng harus ditaklukkan, yang
kemudian ia menjadi pijakan untuk mengikat kandang ceetah, jaguar yang baru terbentuk.
Untuk 2014 sendiri, adalah tahun yang
menjadi tujuan jangka panjang dengan cita-cita komprehensif dalam mengaspalkan jalan ini. Sejalan dengan itu,
semoga di tahun 2014 juga akan menjadi kemenangan besar bagi pesta demokrasi oleh partai
yang mengusung slogan:
CINTA KERJA HARMONI.
Rabu, 20 Februari 2013
Pancasila Di Wajahku
Tidak ada yag berubah
sama sekali gang itu. Gang kecil lurus tanpa belok. Jalanan, pohon mangga,
mushola, kuburan, lapangan bola, kebun
ubi bu ijah. tidak ada yang berubah, hanya saja mushola yang sudah tampak tua.
Sambil berjalan pikiranku menembus ke masa lalu, masa yang tak pernah
terlupakan, massa yang hanya memikirkan kesenangan. Ya massa kecilku bersama 4
sohibku. Eka, angga, molen dan iza. Sekarang aku tidak tahu apa kabar mereka.
Sore berhias lentera
emas, aku berjalan menyusuri gang itu.
aku tersenyum geli mengingat apa yang kulakukan bersama sohibku. Memori
14 tahun silam terkuak kembali terputar dibenakku, seolah-olah memutar kaset
lama, dikejar bu ijak karena mencuri ubinya. Menakuti teman cewek saat pulang
ngaji yang lewat kuburan. pengalaman yang indah.
Ketika melewati pohon
mangga. Setiap kali pohon mangga mulai berbuah. Kami sudah pasang status siaga
penuh menjaga pohon mangga. Takut kalau ada saingan dari anak lain, tetap saja
gerilya anak sekampung tanpa diundang ramai ndolani pohon mangga.
Meskipun pohon itu bukan milik orang tua kami. Namun, hukum yang kami terapkan
adalah selagi pohon tersebut berada dalam kampung, maka akan menjadi milik
bersama. Sah tanpa syarat mengambil buahnya. Status siaga penuh dipakai
manakala angin kencang meniup pohon mangga itu, dan itu artinya apa yang kami
tunggu sebentar lagi akan turun satu persatu. Kantong kresek ditangan, sandal
dilepas, baju dibuka, mata terus mengintai ke-tingkil-an mangga yang
berduyun, meleok diterpa angin. Hatiku berdegup kencang. Semua anak yang lain
diam terpaku sambil melihat keatas. Saat mangga jatuh. Tanpa pikir panjang.
Kami semua berlarian berebutan mendapatkannya. Siapa yang duluan dia dapat.
Tapi, belum tentu yang duluan dapat karena kami saling dorong-dorongan. Aku
hanya mengembang senyum mengenang waktu
itu.
Lalu, terlintas wajah yang melahirkanku.
Senyumnya masih melekat dipikiran dengan jelas. Uban yang putih, guratan tua
kulit wajah. Suara yang indah saat ngaji. Sosok yang sabar, penyayang, serta
jiwa keibuan tercurat ia curahkan padaku. Sosok yang selalu memanjakan aku.
Selalu masak masakan kesukaanku. Hah.. Ingin rasanya mencium kedua tangannya.
Sekaligus minta maaf atas perlakuanku yang sering melawan beliau dulu. aku
sungguh tidak sabar ingin menemuinya. Bagaimana kabar beliau sekarang. Gumamku.
Dari kejauhan. Tidak
biasanya Aku melihat Orang ramai berkerumun di rumahku. Ada yang duduk-duduk. Tampak
ibu-ibu membawa sangkek bundar. Ada apa ? apa yang terjadi ? aku semakin
bergegas berjalan. Rasa penasaran
semakin membuncah. Ada rasa kekhawatiran yang teramat. Membuat sesak dada.
Perasaan terasa kalut.
Astaghfirullah...
ada bendera kuning terkibar. Aku semakin khawatir. Hatiku bergetar hebat.
Darahku berdesir kuat. Apa sebenarnya yang terjadi. Jangan... jangan...
jangan. Aku tak kuasa menahan diri. Menghadapi kenyataan.
Ketika
berada dihalaman rumah. aku langsung berlari. Orang sekitar terpaku
memandangku. Itu tidak kupedulikan. Tiba-tiba kak siti. Kakakku. Langsung memeluk
sambil terisak tangis berurai air mata. Kulihat matanya membengkak mungkin sudah
banyak air mata yang keluar.
“Ponakanmu,
ndri....”.
“
Alhamdulillah...”. ucapku refleks.
Dan.
“plaaaakkkk”.....
Sebuah
gambaran pancasila melekat di pipiku.
^_^
Cerita
ini hanya fiktif belaka. Jika terdapat kesamaan nama dan tokoh itu hanya sebuah kebetulan semata.
Sabtu, 02 Februari 2013
Hakikat Karya Ilmiah, Ciri-Ciri, Jenis Karya Ilmiah, Sikap Ilmiah dan Kesalahan dalam Penulisan Ilmiah
Hakikat Karya Ilmiah, Ciri-Ciri, Jenis Karya Ilmiah, Sikap Ilmiah dan Kesalahan dalam Penulisan Ilmiah
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.1. Hakikat Karya Ilmiah
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.
2. Ciri – cirri Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
a. struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b. komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c. , sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
3. Jenis – jenis Karya Ilmiah
Adapun jenis – jenis karya ilmiah, yaitu :
a. Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
b. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
c. Disertasi
Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
4. Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah ada 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
b. Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
c. Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
d.Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
e. Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
f. Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
g. Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
5. Kesalahan dalam penulisan Karya Ilmiah
Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
• salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
• salah dalam menyusun struktur pelaporan,
• salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
• salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
• penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
• tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
• tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).
Langganan:
Postingan (Atom)

