Pesta demokrasi dalam miniature bangsa tanak menghitung jengkal. Peta politik masing kubu telah rampung terwarnai dengan indah. Beragam warna telah terekas mempesolek diri. Pola monarki, tipikal gesture adalah serentetan strategi yang perlu untuk dipersiapkan dalam meriam party kelak. Lalu bagaimana dengan kandang ini ?segala instrument pelak ditebarkan dalam membuat polarisasi pada populasi banteng yang akan datang.
Ekosistem ini memang mempunyai
brand komunitas yang besar. Oleh karena itu, kandang ini harus ditaklukan selaksa Sulthan
Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan kota terkuat pada zamannya yaitu Konstantinopel.
Menilik dari perjuangan beliau, dari kakeknya hingga ke dia (M. Al-fatih) rintangan begitu banyak,
hingga keputusasaan terus menggelayut dalam 3 generasi itu, namun 2 hal yang perlu dijadikan idiil dalam menaklukkan
“kandang banteng ini” yaitu.
Pertama, M
Al-Fatih telah dididik sedari kecil bahwa ia diazamkan dan mengazamkan diri bahwa dialah
yang menjadi penakluk konstantinopel itu, ilmu tentang strategi pertempuran,
strategi dakwah, strategi berbicara, dan strategi menganalisa kekuatan kawan dan lawan.
Kedua, dari kecil M.Al-Fatih telah dinisbatkan pada hadist rasul yang
mulanya rasul dianggap tidak waras itu (baca: Sulthan Muhammad Al-fatih). Kelak akan ada seorang pemimpin
yang akan menaklukan konstantinopel, itulah sebaik-baik pemimpin dan sekuat-kuat jundullah
(tentara). Dan, itu yang ada dalam frame M.Al-fatih. Ia memantaskan diri dengan melihat dan mengoreksi kekurangan
ayah dan kakeknya yang gagal sebelumnya menaklukkan “banteng dunia” itu.
Tak ada rencana yang berhasil selain pertolongan allah.
Ikhwal demikian ia jadikan pondasi diri,
lalu beliau mendekatkan diri dan membuat satu ibadah unggulan yang membedakan ia dengan
yang lainnya. Tahajjud setiap malam. (menguak rahasia tahajjud-red).
Refleksi akan apa yang diupayakan sulthan Muhammad Al-Fatih,
tentu menjadi girhah tersendiri bagi kita yang melihat konstantinopel versi di
tempat ini. Tidak terlalu berlebihan rasanya mengatakan kandang banteng
pada fakultas ini. Bisa dilihat dalam pergolakan,
ia memiliki sumber entitas dan kuantitas, sulthan Al- Fatih-Sulthan
Al-Fatih banyak lahir disana. Maka dari itu,
ini harus dijadikan unjung tombak dalam pergelutan menuju 2014.Menjaga kandang dan menjinakkan para
banteng muda merupakan mobilitas mutlak di dalam sana. Kemudian,
ditambah lagi kandang baru yang juga memiliki taring yang belum diasah. Tahun ini,
kandang banteng harus ditaklukkan, yang
kemudian ia menjadi pijakan untuk mengikat kandang ceetah, jaguar yang baru terbentuk.
Untuk 2014 sendiri, adalah tahun yang
menjadi tujuan jangka panjang dengan cita-cita komprehensif dalam mengaspalkan jalan ini. Sejalan dengan itu,
semoga di tahun 2014 juga akan menjadi kemenangan besar bagi pesta demokrasi oleh partai
yang mengusung slogan:
CINTA KERJA HARMONI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar